Kamis, 23 Juli 2015

Kenangan Ma'had Tercinta



Assalaamu’alaikum….


Hai semuanya!

Untuk postingan perdanaku ini, aku akan membahas tentang Ma’had Al-Jami’ah IAIN Tulungagung. Yap, ini adalah tempat dimana aku tinggal selama setahun terakhir ini sejak aku menjadi mahasiswa baru di IAIN Tulungagung.

Pertama kali aku tinggal di ma’had yaitu Minggu, 24 Agustus 2014 rasanya tuh bahagia, deg-degan, agak takut, penasaran pokoknya jadi satu. Tetapi setelah aku benar-benar merasakannya dan bisa menikmatinya ternyata menyenagkan sekali. Aku punya empat teman sekamar yang baik dan bisa membawa semangat. Mereka antara lain Rusma, Rika, Yefi dan Eka. Sebenarnya satu kamar diisi oleh enam anak, tapi karena teman kami ada yang keluar jadi tinggal lima. Malah makin luas, hehe. 
Penghuni Kamar 208


Oh, ya kami tinggal di ma’had selama dua semester dan boleh pulang tiap dua minggu sekali (jum’at, sabtu, minggu sore harus sudah balik). Bagi yang ingin pulang silahkan, bagi yang enggak juga silahkan.

Penempatan mahasantri (di sini disebutnya sih, begitu) berdasarkan jurusan. Aku tinggal di lantai dua blok B kamar 208. Kami sekamar satu jurusan yaitu jurusan PAI (Pendidikan Agama Islam) jadi kalo mau sharing tentang makul mudah gitu, tapi kalau kuliah kami semua beda kelas.

Musyrifah atau pengurus kami di lantai dua ada empat orang yaitu ukhti Dian, ukhti Ani, ukhti Sam dan ukhti Nurul. Mereka dengan telaten membina kami meskipun sering jengkel juga dengan polah kami yang kadang kekanak-kanakan. :P

Ma’had Al-Jami’ah benar-benar berkesan bagiku. Karena di sana banyak kenangan yang tak terhitung, baik suka maupun duka. Suka, antara lain bisa bertemu teman baru yang bahkan aku sebut keluarga baru karena aku seperti benar-benar menjalani hidup dan berjuang bersama mereka. Aku bisa melatih cara bersosialisasi dan solidaritas dalam hidup bersama. Selain itu banyak juga acara-acara ma’had yang menyenangkan, lho!. Lalu, contoh duka antara lain, saat kamar mandi kehabisan air, tapi itu dulu, sekarang sudah lancar jaya, kok. Air sudah mengalir deras penuh berkah. Alhamdulillah :D.

Ma'had Tercinta :D

Di ma’had kami ditempa tentang kedisiplinan, karena seluruh kegiatan diatur oleh bel. Dan biasanya setelah bel dibunyikan akan ada hitungan mundur satu sampai sepuluh dan yang belum hadir di tempat kegiatan saat hitungan berakhir katanya akan mendapat hukuman. Aduh, jadi apa pun yang kami kerjakan waktu itu ya kami tinggalkan. Tapi asyik juga lho kalau dinikmati. :D

Untuk kegiatan sehari-hari, dimulai dari bel yang dibunyikan sekitar pukul empat pagi. Lalu ada adzan dan kami berwudlu lalu sholat Subuh berjama’ah. Berjama’ah dilakukan per-lantai dan bertempat di lorong lantai masing-masing karena ma’had belum punya masjid. Untuk imam, bergantian setiap harinya.

Lalu, dilanjutkan dengan kegiatan mufradat bahasa Arab dan bahasa Inggris. Kalau minggu ini bahasa Arab, berarti minggu depan bahasa Inggris. Di kegiatan ini kami diajari vocab, grammar dan conversation mengenai dua bahasa tersebut. Setelah acara mufradat, bagi yang punya jam kuliah pagi ya berangkat kuliah, bagi yang tidak ya terserah mau ngapain. Hehe :D

Setelah itu kegiatan ma’had dimulai lagi saat maghrib dengan wajib sholat maghrib berjama’ah. Lalu dilanjut mengaji Al-Qur’an bareng ukhti masing-masing. Kalau aku masuk kelompok A dengan ukhti Dian. Bagi mahasantri yang ada jam kuliah malam diberi keringanan tidak ikut ngaji tapi harus izin terlebih dahulu. Setelah itu kegiatan dilanjut dengan mengaji kitab kuning bareng dosen. Pas zamanku ini, dosen yang mengajar ngaji antara lain pak Sirajuddin, pak Aziz, pak Fendik dan pak Teguh. Dan kitab yang dikaji antara lain Arba’in Nawawi, Tafsir Yaasin, Mabadi’ul Fiqh dan Jurumiyah. Tapi khusus untuk sabtu tidak perpulangan ada pembinaan baca Al-Qur’an bareng ustadz Kholili. Setelah ngaji kitab selesai dilanjut sholat Isya’ dan ok, waktu bebas. Kami menggunakannya untuk belajar dan mengerjakan tugas kuliah.

Khusus untuk sabtu-minggu tidak perpulangan biasanya kami semua jalan sehat bersama dan ada bimbingan bahasa Inggris dari dosen langsung. Ah, ya ada lomba hias kamar juga, tapi sayangnya kamar kami tidak menang. Selain itu tiap tahun ada lomba miss ma’had dan kali ini yang menang anak lantai dua blok A.

Di ma’had ini ada ujian juga lho setiap akhir semester.

Nah, pada tanggal 1 Juni diadakan Akhirussanah dan itu artinya kami harus ‘hengkang’ dari ma’had tercinta untuk diganti dengan adik-adik kami selanjutnya. Dengan berat hati kami harus berpisah dengan semuanya. Tapi, pengalaman indah di ma’had ini InsyaAllah tak akan pernah terlupakan. :D
Saat Akhirussanah
 
Anak-anak Pattani saat Akhirussanah

Itu tadi ceritaku tentang kehidupan di ma’had Al-jami’ah IAIN Tulungagung. Semoga bermanfaat dan terima kasih banyak sudah membaca. :D


Wassalaamu’alaikum….

Tidak ada komentar:

Posting Komentar